Laporan lengkap Reaksi Dapat Balik
KLIK 2 KALI GUYS BIAR LEBIH JELAS
Berdasarkan hal itu maka dalam praktikum ini akan membahas lebih lanjut mengenai gejala reaksi yang belangsung dua arah atau dapat balik.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana mengamati suatu reaksi kimia yang berlangsung dapat balik ?
C. Tujuan Praktikum
Untuk mengamati suatu reaksi kimia yang berlangsung dapat balik.
D. Kegunaan
1. Sebagai wahana untuk menambah wawasan.
2. Sebagai taman sumber informasi untuk penelitian lebih lanjut.
3. Sebagai informasi bagi lembaga penelitian
1. Kesetimbangan dalam sistem homogen.
a. Kesetimbangan dalam sistem gas-gas.
Contoh :
b. Kesetimbangan dalam sistem larutan-larutan.
Contoh :
2. Kesetimbangan dalam sistem heterogen.
a. Kesetimbangan dalam sistem padat – gas.
Contoh :
b. Kesetimbangan dalam sistem padat – larutan.
Contoh :
c. Kesetimbangan dalam sistem larutan – padat – gas.
Contoh :
B. Hipotesis
B. Alat dan Bahan
1. Alat
Cawan porselen
Kaki tiga
Spatula
Pipet tetes
Pembakar spiritus
2. Bahan
Timbal(II) sulfat padat
Air atau aquades
C. Prosedur Kerja
D. Analisis Data
B. Pembahasan
Adapun persamaan reaksinya dapat ditulis sebagai berikut:
Biru Abu-abu mendekati putih
Jawaban Pertanyaan
Laporan Praktikum Kimia
REAKSI DAPAT
BALIK
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga hasil laporan praktikum yang berjudul ‘’Reaksi Dapat Balik’’ dapat terselesaikan. Laporan praktikum ini dibuat dengan tujuan untuk memenuhi tugas akhir semester pada mata pelajaran kimia.
Penyelesaian laporan ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak. Olehnya itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih khususnya kepada para asisten dan guru pembibing.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya membangun diharapkan demi perbaikan-perbaikan selanjutnya. Akhir kata, penulis berharap semoga laporan ini bisa bermanfaat.
Raha, Desember 2017
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Ilmu kimia merupakan sebuah cabang ilmu fisik yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, perubahan materi serta energi yang menyertainya. Ilmu kimia adalah ilmu yang sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Penerapan ilmu kimia dalam kehidupan sangat banyak jumlahnya, baik dalam bidang pangan, bidang industri, bidang kesehatan, bidang transportasi dan lain sebagainya. Salah satu contohnya yaitu dalam bidang transportasi. Transportasi kendaraan membutuhkan bahan bakar berupa bensin. Kemudian bensin tersebut mengalami proses pembakaran. Proses pembakaran pada bensin itu terjadi hanya satu arah atau tidak dapat kembali dalam keadaan semula. Tetapi lain halnya dengan reaksi kimia yang terjadi pada pencairan es batu, reaksi tersebut dapat berlangsung dua arah atau dapat kembali.Berdasarkan hal itu maka dalam praktikum ini akan membahas lebih lanjut mengenai gejala reaksi yang belangsung dua arah atau dapat balik.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana mengamati suatu reaksi kimia yang berlangsung dapat balik ?
C. Tujuan Praktikum
Untuk mengamati suatu reaksi kimia yang berlangsung dapat balik.
D. Kegunaan
1. Sebagai wahana untuk menambah wawasan.
2. Sebagai taman sumber informasi untuk penelitian lebih lanjut.
3. Sebagai informasi bagi lembaga penelitian
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
Dalam ilmu kimia dikenal dua jenis reaksi yaitu reaksi dapat balik (reversibel) dan reaksi berkesudahan (ireversibel). Reaksi reversibel adalah suatu reaksi yang berlangsung dalam dua arah. Zat hasil reaksi dapat bereaksi kembali membentuk zat reaksi. Misalnya, reaksi pembentukan amoniak dari gas hidrogen dan gas nitrogen. Reaksi ireversibel adalah suatu reaksi yang berlangsung satu arah. Zat hasil reaksi tidak dapat bereaksi membentuk pereaksi. Suatu reaksi reversibel memiliki kecepatan pembentukan zat hasil reaksi sama dengan kecepatan pembentukan kembali zat pereaksi dinamakan reaksi kesetimbangan
(Riandi Hidayat,dkk. 2014:105).
Kesetimbangan kimia merupakan proses dinamis ketika reaksi ke depan dan reaksi balik terjadi pada laju yang sama tetapi arah yang berlawanan
( Stephen, 2002:96).
Kesetimbangan yang dimaksudkan dalam reaksi ini adalah kesetimbangan dinamis, bukan statis. Jadi, sebenarnya reaksi masih ada tetapi karena kecepatan sama seakan-akan reaksi berhenti sehingga dianggap reaksi berhenti pada kesetimbangan. Untuk reaksi sempurna kesetimbangan berat di kanan sedangkan untuk reaksi yang tidak berjalan, kesetimbangan berat di kiri
( Sukardjo, 1997:220).
Ada dua macam sistem kesetimbangan, yaitu kesetimbangan dalam sistem homogen dan kesetimbangan dalam sistem heterogen.
a. Kesetimbangan dalam sistem gas-gas.
Contoh :
Contoh :
a. Kesetimbangan dalam sistem padat – gas.
Contoh :
Contoh :
c. Kesetimbangan dalam sistem larutan – padat – gas.
Contoh :
( Budi Utami dkk. 2009 : 108).
Seorang kimiawan berkebangsaan Perancis, Henri Le Chatelier menemukan bahwa jika reaksi kimia yang setimbang menerima perubahan keadaan, reaksi tersebut akan menuju pada kesetimbangan baru dengan suatu pergeseran tertentu untuk mengatasi perubahan yang diterima. Ada tiga faktor yang mempengaruhi kesetimbangan, antara lain:
1. Konsentrasi reaktan atau produk
2. Suhu
3. Tekanan atau volume
(Mihadi Latifah, dkk. 2004:51)
B. Hipotesis
Reaksi dapat balik dapat diamati dengan meliihat perubahan warna pada reaksi yang terjadi.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Variabel Eksperimen
1. Variabel bebas : Jenis zat yang digunakan sebagai variabel bebas.
2. Variabel kontrol : Massa CuSO4 dan banyaknya tetesan air yang digunakan.
3. Variabel respon : Perubahan warna pada kristal tembaga(II) sulfat.
1. Alat
Cawan porselen
Kaki tiga
Spatula
Pipet tetes
Pembakar spiritus
2. Bahan
Timbal(II) sulfat padat
Air atau aquades
C. Prosedur Kerja
1. Mengambil kristal tembaga(II) sulfat sebanyak dua spatula dan menaruh di dalam cawan porselen.
2. Memanaskan kristal tembaga(II) sulfat dan mengamati perubahan yang terjadi.
3. Membiarkan padatan tersebut mendingin. Setelah dingin, menetesi dengan air dan mengamati perubahan yang terjadi.
4. Memanaskan kembali dan mengamati perubahan yang terjadi.
5. Mencatat hasil mengamatan pada tabel.
Analisis data pada percobaan ini adalah analisis deskriptif yaitu dengan mengamati perubahan yang terjadi pada saat eksperimen berupa pemanasan kristal tembaga(II) sulfat, di mana saat setelah pemanasan terjadi perubahan warna menjadi abu-abu mendekati putih dan setelah didinginkan dan ditetesi air akan berubah warnanya menjadi biru kembali seperti warna semula.
Sehingga, dengan begitu hipotesis akan terbukti bila terjadi perubahan warna secara bergantian.
BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
B. Pembahasan
Berdasarkan percobaan yang dilakukan yang berjudul reaksi dapat balik digunakan kristal tembaga(II) sulfat sebagai objek yang akan diamati. Dimana warna kristal mula-mula berwarna biru terang. Setelah itu dilakukan percobaan dengan memanaskan kristal tembaga(II) sulfat di atas cawan porselen dengan menggunakan spiritus sehingga terjadi perubahan warna menjadi abu-abu mendekati putih. Kemudian dilakukan kembali perlakuan terhadap kristal tembaga(II) sulfat tersebut dengan menambahkan aquades atau air sehingga menyebabkan kembalinya warna kristal tersebut menjadi biru terang. Ini membuktikan bahwa reaksi tersebut berlangsung dapat balik.
Biru Abu-abu mendekati putih
Jawaban Pertanyaan
1. Warna tembaga(II) sulfat sebelum dipanaskan adalah biru terang, setelah dipanaskan berwarna abu-abu mendekati putih dan setelah ditambah air kembali menjadi biru terang.
2. Pemanasan CuSO4 . 5 H2O termasuk reaksi dapat balik.
3. Hal yang dapat saya simpulkan dari percobaan ini adalah pemanasan tembaga(II) sulfat dapat mengakibatkan perubahan warna dan setelah didinginkan dan ditetesi air maka kembali ke warna semula karena reaksi tersebut tergolong reaksi dapat balik.
4. Reaksi antar larutan natrium sulfat dan kalium iodida adalah reaksi dapat balik karena reaksi baliknya dapat dengan mudah berlangsung secara bersamaan menjadi reaksi kesetimbangan. Adapun proses reaksinya yaitu:
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa reaksi kimia yang berlangsung dapat balik ditandai dengan kembalinya gejala-gejala reaksi tersebut kekondisi semula atau berlangsung dua arah.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Reaksi kimia yang berlangsung dapat balik dapat diamati dengan melihat gejala-gejala reaksi kimia yang berupa perubahan warna, pengendapan dan lain-lain yang ditandai dengan kembalinya gejala-gejala reaksi kimia tersebut ke kondisi semula.
B. Saran
Sebaiknya sebelum melakukan percobaan, alat dan bahan yang digunakan dalam keadaan baik agar diperoleh hasil y
ang murni dari percobaan. Bagi pembaca agar memberikan saran dan masukan agar laporan ini menjadi lebih sempurna kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA
Budi Utami, dkk. (2009). Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan.
Mihadi Latifah, dkk. (2004). Gemilang Kimia XI Semester Gasal. Solo: Sekawan
Cipta Pustaka.
Nafiun. (2013, Juni). Ciri-Ciri Keseimbangan Dinamis Reaksi Kimia, Diperoleh 8 Desember 2017, dari http://nafiun.com/2013/06/ciri-ciri-keseimbangan-dinamis-reaksi-kimia.html
Riandi Hidayat, dkk. (2004). Panduan Belajar Kimia 2A. Jakarta: Yudhistira.
Stephen, (2002). Kimia untuk SMA, Jakarta: Pusat Perbukuan.
Sukardjo,(1997). Sains Kimia, Jakarta: Pusat Perbukuan.
Komentar
Posting Komentar